Jumat, 08 Agustus 2014

Pisangku Belum Masak



Tahun ini tahun 2013. Dimana aku merasa sangat bersemangat, ya ini tahun dengan angka kesukaanku Tigabelas. Hari ini hari dimana orang-orang sedang bersorak gembira. Ketika bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah nikmat akan segera datang. Aku masih seperti biasanya, hanya menjadi penonton dari kegembiraan orang-orang. Ya, karena memaang hanya aku yang tidak pernah mengekspresikan kegembiraan seperti orang-orang disekitarku.
Aku sedang seperti biasa memantau timeline twitter. Gak pernah ketinggalan aku suka kepo-in akun-akun merk dagangan orang barat. Terutama produk sepatu asal Jerman, udah jadi makanan dari kelas enam SD sampai sekarang.
Kuliah masih lama, ketika ramadhan membuat diriku untuk tidak merokok dan mengemil pisang (pisang goreng atau jus pisang), aku memilih untuk diam dirumah sambil mengisi waktu dengan menulis “apa yang terjadi” di status twitter. Emang pendek sih, cuma 140 karakter, tapi kalau bisa memanfaatkannya bisa jadi jalur aksi dan propaganda yang mematikan.
Baru banget aku liat sebuah akun yang bernama @xFYCx kabarnya akan merilis sebuah produk sepatu kece. Kirain itu gosip dan mitos belaka, seperti janji-janji para calon pemimpin bangsa melalui demokrasi perwakilan ini. Mereka memberikan kita janji-janji manis dan rayuan surgawi yang tak mungkin terjadi...tapi ini berbeda. Ternyata FYC bener-bener rilis produk sepatu dengan tagar yang beken ditulis #xFYCxFootwear.
Masih hari itu, dimana aku masih menunggu adzan maghrib berkumandang. Dimana aku masih menganggap bahwa standar produksi produk dalem negeri gak jauh lebih bagus dari produk Jerman yang jadi andalanku. Kicauan akun @xFYCx mulai berputar-putar di kepalaku, seakan-akan seperti Socrates, Plato dan Aristoteles memperdebatkan persoalan filsafat kehidupan. Akhirnya, aku memutuskan untuk pesan sepasang sepatu dengan logo pisang tersebut.
Aku lupa dan gak inget persis kapan tanggal aku pesen sepatu xFYCx dengan nama “Caven” tersebut, tapi yang aku inget adalah AKU ORANG PERTAMA yang resmi memiliki xFYCx footwear – orang pertama sebagai konsumen (mungkin) – karena yang pertama punya pasti Mas Ucay dan Mas Mutt, yes of course, haha. Aku bayar subuh-subuh, untung udah ada sms banking, kalau gak ada gagal lah aku menjadi yang pertama, ehehe...maaf sombong dikit, kan manusia diisi oleh sifat raksasa dan satria *jadi inget wayang yang di dalangi oleh Ki Manteb – terek tek tek, doooong.
Sebenernya alasan utama beli xFYCx adalah penasaran yang tinggi, serta kesempatan besar mendapat diskon, hahaha. Jujur aja aku salah satu penggila barang diskon, biar dapet diskonan yang penting gaya. Alhasil uang panjer aku kirim lewat rekening Bapak ku, karena kebetulan sekali saldo tabunganku lagi gak bagus, hehehe..maklum mahasiswa.
Setelah dapet sms konfirmasi, dan lain sebagainya. Aku cek e-mail dan penampakan keren bisa aku liat, dan ini diaaaaa...jeng jreeeeeng... *nyodorin Invoice ke pembaca yang budiman dan baik hati nya*
Setelahnya aku berinisiatif untuk jemput bola – istilah dalam usaha dimana kita berusaha menjemput calon pembeli. Aku dateng ke kantor xFYCx buat ambil barang karena dijanjikan oleh costumer service via sms. Alhasil tibalah aku di kantor xFYCx dan yang terjadi adalah....sepatuku tidak ada, karena kesalahan. Dengan wajah semi sedih aku berniat beranjak pulang dan kembali disaat Pisangku telah Masak. Alhasil, aku pulang dengan tangan memegang dua stiker lucu xFYCx yang diberikan oleh Mas Mutt, trims mas.
Setelah beberapa hari aku dikabari lagi sama CS via sms. Datanglah aku kembali ke kantor xFYCx dan hasilnya....masih nihil sepatuku ternyata sedang pergi ke Surabaya - klau saya gak salah denger - karena kesalahan pengiriman. Hari ini aku pulang tanpa membawa apa-apa hanya secerca cahaya harapan yang ku harap akan datang..ya, saat-saat dimana Pisangku Telah Masak dan siap ku makan.
Beberapa hari lagi aku mau berangkat ke Kampung Halaman orangtuaku di Wonosobo, dan Pisang ku belum juga ada ditanganku, alhasil aku tanya CS via sms. Dan...sebelum aku pulang kampung aku kembali meluncur menuju kantor xFYCx di bilangan Budisari, Setiabudhi. Dengan semangat membara di dalam diri, aku pun tiba dan menunggu Mas Mutt mempersilahkanku untuk masuk ke kantor xFYCx. Akhirnya penantian panjangku terbayar sudah dengan kedatangan CAVEN yang telah aku idam-idamkan. Pisangku ya pisangku kini sudah masak.
            Setelah berbincang-bincang sedikit sembari mencba sepatu baru ku ini. Mas Mutt mengajakku untuk berfoto bersama, aku juga gak paham maksudnya apa, yang pasti ini membantu aku agar populer sepertidirinya, hahahaha. Dan ini dia hasil jepretan Mas Abah, hehe
Gimana? Udah populer belum ya saya? Hahaha. Keadaan dimana pada akhirnya aku dapat memanen buah kesukaanku ini pun akhirnnya tiba. Dimana penantian panjangku seakan-akan seperti penantian seorang putri tidur yang menunggu pangeran tampan. Akhirnyaaaa sepatu baruuuuu!
Mohon maaf atas kurang nyaman dalam membaca tulisan saya. mohon maaf juga kalau gak ada foto saya pake xFYCx footwear, soalnya lupa file fotonya dimana, ehehe. Terimakasih telah berkunjung dan membaca!
Wassalamualaikum...
Om Swastiastu...