Jumat, 10 Januari 2014

ASAP BUSUR HUJAN Edisi serial: vol.3 - Final Episode: Topeng Sang Petopeng



ASAP BUSUR HUJAN
Edisi serial: vol.3
 The Final Episode
Topeng Sang Petopeng



            Panggil saja aku Jimz, nama lengkapku Jimi Mubarak. Nama ini berarti Pengganti, seperti pengharapanku untuk dapat menggantikan sosok orang yang telah mengabaikan ketulusan Cinta seseorang. Masih di tahun yang baru, kesialan nampaknya selalu meneamni hari-hariku di bulan Januari di tahun yang baru ini. Sedih mungkin satu kata yang terlukis dari kejadian yang kurasa dari tanggal 1 Januari hingga pada saat kuputuskan membuka Topeng kesabran dalam diriku.
            Pada saat itu entah mengapa perasaan nyaman bila chat dengan Rain terasa hilang. Dimana otakku memaksaku untuk tidak menggangu hidup Rain lagi. Sebenarnya, aku sudah mencoba melupakan Rain sejak aku mengetahui bahwa ia sudah berpacaran, ditambah kabar bahwa Rain sudah memiliki pilihan bila suatu saat hubungannya kandas, sebut saja ia Slamii.
            Slamii ini seorang yang pintar, baik, ramah, taat agama pokoknya idaman wanita banget, terkhusus wanita seperti Rain. Disitu rasa minder juga keberanianku seakan-akan menghilang ditelan kekuatan Slamii yang lebih dari diriku yang bagai seonggok daging diujung pisau. Lemaaah terkapar perasaanku, tak kusangka aku harus kembali menjadi seorang pengganti, cocok memang dengan namaku. Sejak hari itu kuputuskan untuk terus berusaha mengejar cinta Rain, walaupun aku sudah memprediksi akhir dari pengejaranku itu, kemungkinannya manis dan tragis, dan tragisnya adalah ditolak atau mungkin tidak ada kepastian.
            Semenjak dahulu memang rasa bosan selalu menghantui, namun berkat Ave, teman Rain yang terkadang memberikanku motivasi untuk tetap mengejar cinta Rain, karena ia merasa, aku dapat membahagiakan Rain. Namun, siapa yang dapat menyangka, setiap kali Rain dikaitkan dengan Slamii dan aku mendengar, sejujurnya itu sebuah pukulan telak. Hook awal disaat Slamii dan Rain jelas saling Cinta, ditambah jap mengenai Rain yang tidak suka aku, karena aku yang perokok juga tidak taat agama ditambah upper cut keras mendengar Rain yang moody, dimana seenaknya dia menempatkan diri untuk bahagia bersama pilihannya.
            Mungkin, cerita ku ini tidaklah Sehebat Pelangi, dimana perbedaan dapat dipersatukan. Cintaku ini tidak sekeren Asap yang menggumpal dan menurunkan butir keberkahan yang dinamakan Hujan. Petualangan mengejar cinta Rain ini layaknya sebuah permainan sepakbola, dimana prediksi selalu ada, dan kemungkinannya dua menang atau kalah. Mendengar Rain yang jauh memilih Slamii ketimbang diriku, jelas harapan yang kugantungkan pada dirinya harus terpaksa kuputuskan. Harapanku bersanding dengan Rain itu untuk membuat diriku jauh lebih baik dari aku yang dulu, aku bosan menjadi pecundang.
            Apakah benar cinta tidak mau mengenal diriku? Apakah benar cinta itu hanya untuk orang-orang yang baik? Rain yang kucinta, ku harap engkau bahagia bersama pria yang kau pilih. Aku selama ini berperan untuk kuat menunggu dirimu, dan berpura-pura menerima semua rasa sakit yang kuterima, semata-mata untuk dapat masuk kedalam hatimu. Cintaku tulus, namun sakit kututupi dengan topeng senyum gembira, dimana aku selalu mencoba ada menemani kesendirianmu, mensupportmu walau tak layak, mencoba ada disetiap detik kau membutuhkan sandaran untuk hanya sekedar mengobrol walaupun absurd atau geje. Semua kulakukan semata-mata untuk dapat bisa masuk kedalam hatimu.
            Tragis memang, pada akhirnya kisah cinta ku bersama Citra pada masa lalu, kembali terulang kini. Kuharapkan sejuta pengharapan untuk bersama mu Rain, walaupun aku harus memaksa diriku mundur karena statusmu juga sifat ketidakpastianmu. Jujur saja, kuterima awal kau menolak diriku untuk masuk ke kehidupanmu, kutahan sejuta tusukan dari orang-orang yang mengabarkan kebahagiaanmu dengan Slamii, kutahan rasa kecewa juga rasa ingin pergi darimu. Karena, ada Ave yang juga menopang diriku untuk tetap menunggu dirimu, karena sebuah Janji, janji dimana aku dapat membahagiakan dirimu, Rain.
            Dan, kini kuputuskan, kebahagiaanmu dapat tercapai bilamana aku pergi jauh meninggalkanmu. Dimana ku harus bisa dan dapat menerima kekecewaan yang kutelan sejak awal berusaha mengenal dirimu. Wahai Asap yang mengepul! Wahai Hujan yang akan segera turun….biarkanlah Pelangi itu datang menerangi bumi, mengindahkan seisinya dengan coretan garis penuh warna yang Tuhan berikan untuk bumi ini, biarkan Rain bahagia bersama orang yang ia pilih, biarkan Pelangi itu memberikan kecerahannya, keserasiannya dan keantiannya akan perbedaan untuk diri Rain yang kucinta. Biarkan aku, Jimi sang pengganti melihatnya bahagia, mengarungi hujan yang sulit dan merangkul senang bersama pilihannya menikmati Pelangi yang indah.
            Biarkan Rain mendapatkan sejuta harapan juga cahaya pengharapan akan Cinta juga kasih yang tulus dan ikhlas dan biarkan usaha ku membangun jembatan pemersatu yang indah bernama Tulip itu hilang dan kandas. Semoga kau bahagia bersama pilihanmu, Rain. Semoga…aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Selamat tinggal Cinta.


ASAP BUSUR HUJAN bermakna, bahwa Jimi (Asap) dan Rain (Hujan) tidak selamanya membiarkan keindahan Busur Hujan (Pelangi) menjadi sandaran dimana mereka bersatu dan bersama, doa, rasa kasih sebagai sahabat bisa menjadi jawaban misteri juga teka-teki dari ASAPBUSURHUJAN yang sakral. Kekuatan cinta yang Maha Dahsyat, yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh saya, Dwi. Setelah sejuta fenomena alam, fenomena cinta, fenomena putus asa yang saya telan. Cerita ASAPBUSURHUJAN berakhir pada titik klimaks, dimana ASAP tidak akan membiarkan BUSUR HUJAN tidak muncul untuk mengindahkan bumi. ASAP berusaha apapun keputusannya, BUSUR HUJAN harus tetap hadir menghibur hati para manusia yang sepi, walau ASAP hanya dapat menjadi motor kemunculan BUSUR HUJAN.
Dan, inilah akhir dari serial ASAP BUSUR HUJAN. Sampai berjumpa dilain waktu, juga dilain tulisan.

YANG TAK PASTI: CINTA TAK PASTI



CINTA TAK PASTI


            Nama saya Jimi, saya akan menceritakan kisah ketidakpastian cinta saya dari awal hingga yang terdekat, disaat Rain juga memberikan ketidakpastian kepada diri saya. Baiklah, dan cerita Cinta tak pasti akan saya ceritakan…..

            Berawal dari sebuah kegagalan menjalin hubungan dan ikatan dengan seorang wanita bernama Shannen, aku, Jimi selalu mendapat ketidak pastian dalam kisah Cinta. Sepertinya orangtua ku mengetahui nasib hidup ku, mengapa namaku Jimi? Yang kulihat di tafsir nama, yang berarti Pengganti. Apakah orangtua ku mengetahui jalan cerita hidup anaknya yang malang ini? Hanya Tuhan dengan seluruh rahasia yang dapat menjawab. Kucoba untuk bangkit melewati masa keterpurukkan, karena dengan terpaksa aku harus memutus hubungan kasih bersama Shannen.
            Beranjak dari Shannon, kutemui gadis cantik beragama Kristiani, namanya Yobel, ia berasal dari Ibukota, Jakarta. Kupandang dirinya berdiri tegap lurus menghadap lorong sekolahanku semasa SMA, kutarik nafas perlahan, karena terkaget melihat dia yang cantik jelita. Ia, gadis ibukota dengan segudang keahlian, mulai dari fasih berbahasa inggris, suaranya yang amat merdu dan anak yang aktif. Kukenal dirinya lewat temanku, kubuatkan ia sebuah lagu berjudul GRACE, walau niatan lagu romantis, akhirnya selalu menjadi musik Metal yang progresive nan hikmat.
            Kebingunganku melanda, disaat aku ingin mengenalnya lebih jauh, mendekatkan hati kita, datanglah sosok lain, bernama Balqis, wanita idamanku sejak dulu. Ia, cantik, seorang gadis keturunan Arab, cita-citaku sejak dulu, mengasihi gadis dengan ketaatan agama yang luar biasa. Namun, kendala menjadi penahan dalam perjalananku dengannya, ia adik kelasku semasa SMA, dan ia pun sudah dimiliki orang lain. Tanpa banyak pikir, kuputuskan meninggalkan dirinya.
            Yobel, ia seakan-akan terkikis dari hatiku semenjak kedatangan seorang wanita bernama Riany, ia teman sekelasku di kelas dua SMA, ia cantik namun tak pernah terpikir untuk menyukai dirinya, kebetulan kita selalu mendapat kelompok yang sama. Lewat kebersamaan itulah timbul perasaan berbeda pada dirinya. Suatu saat kudengar kabar dari teman dekatnya bahwa ia menyukai diriku, seorang Jimi yang dengan banyak kekurangan yang diidamkan oleh wanita, Jimi tidak taat agama, perokok, pembangkang, tak pernah menuruti keinginan guru dan Jimi seorang ‘troublemaker’. Disitu pikiranku kacau, disaat aku ingin mengenal Yobel, datang Balqis, walau akhirnya kutingggalkan ia karena telah berpacaran dengan orang lain. Tiba-tiba Riany datang dengan seribu pengharapan untuk bersama denganku, dan bodohnya kuputuskan untuk tidak memberi kejelasan terhadap Riany.
            Sosok lain pun seakan-akan datang dengan seenaknya, sebut saja ia Citra. Ia gadis yang kusuka setelah kulupakan Yobel dan kugantungkan Riany. Manis pada awalnya, dimana kedekatanku dengan dia jauh lebih mudah dari mendekati Yobel dan Riany ataupun Balqis, karena untuk mengenal Citra aku dikenalkan dan dibantu oleh temanku yang sekaligus teman sepermainan Citra juga. Hari demi hari kudedikasikan untuk jauh mengenal Citra, karya seni kontemporer kubuatkan untuknya, kujadikan ia figur pembangkit semangat belajarku juga semangat bersekolah, namun sayang sebelum aku mendekati Citra, Citra sudah didekati lelaki lain yang sudah jauh lebih mengenal Citra.
            Bulan November bila kutak salah, kuberanikan diri untuk menyatakan Cinta kepada Citra, malam hari dimana ia menempati rumah tinggalnya sendirian, disaat Ibunya sedang melaksanakan ibadah Haji. Di depan pintu rumahnya, kucurahkan semua yang ada didalam hatiku, kuucakpan kalimat: “Maukah kamu menjadi Kekasihku?”. Citra pun bengong, seperti tak percaya, aku Jimi lelaki yang kurang lebih tiga bulannya mendekati dirinya, menemani kesendiriannya, memberanikan diri untuk mengajaknya menjalin Cinta. Malam itu ia tak menjawab…..hingga satu tahun lamanya.
            Kekesalanku memuncak disaat waktu aku mendekati Citra, Balqis sesosok wanita yang benar-benar aku idamkan telah sendiri, ia pun membuka hati nya untuk diriku masuk kedalamnya, kudengar curahan hati Balqis mengenai diriku dari adik teman ku yang kebetulan teman sekelas Balqis. Kekesalan juga penyesalan selalu menemani hari-hariku hingga pada akhirnya sesosok wanita suku batak bernama Deborty membuat diriku terkagum karena kebaikan hati nya, keramahan dirinya juga keceriaannya. Mungkinkah ini semua nasib burukkku? Apakah cinta tidak mau menerangi hidupku?
            Balqis yang akhirnya terlantar karena aku sibuk mengejar cinta Citra, yang pada akhirnya menggantungkan pernyataannku hingga satu tahun, Yobel yang sudah kulupakan karena sosok Riany dan pada akhirnya kugantungkan kepastianku dengan Riany. Oh Tuhan? Mengapa keajaiban cinta tak kunjung datang kepadaku? Mengapa Tuhan? Itu selalu kutanyakan pada Tuhan setiap kali ku beribadah. Dan, sosok Deborty yang datang dengan cepat dapat merubah semua prasangka burukku tentang keajaiban cinta yang bohong. Deborty pun menjadi kekasihku, walau pada akhirnya hubungan itu hanya berlangsung kurang dari satu bulan, malang bukan? Dirinya masih memiirkan mantan kekasihnya, dan diriku ini tidak bisa bersamanya karena perbedaan agama juga adat.
            Kenangan manis mendekatkan hati ku untuk Yobel. Usaha ku untuk menerima Riany. Kesakitan mendalam menunggu Jawaban dari Citra. Dan hubunganku dengan Deborty yang kurang dari satu bulan, membuatku berpikir bahwa Cinta itu hanya kiasan, tidak ada ketulusan dalam Cinta. Ketulusan itu hanya milik seorang Ibu kepada Anaknya. Aku Jimi Mubarak, dengan segenap rasa manis dan pahit akan Cinta mulai kembali dapat merasakan bahagianya berusaha, walau pada akhirnya Rain yang hingga kini masih menjalin hubungan dengan kekasihnya, dan Rain pula lebih memilih Slamii, ya lelaki dengan banyak sekali kelebihan, jauh dari diriku yang kotor. Jimi yang perokok, bodoh agamanya juga tidak pantas untuk bersanding dengan Rain.
            Ceritaku ini mungkin akar dari semua kisah pahit. Karma? Ya, mungkin itu yang dapat kudapat selama ini. Kutinggalkan Shannn tanpa alasan jelas, kupaksa menghapus memmori tentang Yobel dan kuabaikan rasa cinta ikhlas dari Riany untukku. Atas nama Tuhan yang Maha segalanya, kumohon maafkan kesalahanku yang bertumpuk ini, aku ingin hidup seperti manusia lain, yang dapat bahagia karena Cinta, Bersama teman-teman sepermainanku, aku hanya dapat melihat Guntur yang bahagia bersama Evi. Kulihat Aji yang bahagia bersama Delima. Kusaksikan bagaimana Adi yang selalu mendapat kebahagiaan cinta, kusaksikan Ardyan yang menikmati bahagia Cinta. Bagaimana Eka dan Chacha masih bersama hingga kini. Fandhi, ia sama sepertiku, sendiri..namun pada akhirnya sosok wanita bernama Rhisya dapat mengisi hatinya, dan aku ya aku Jimi Mubarak hanya dapat melihat kebahagiaan-kebahagiaan Cinta yang didapat teman-temanku, tak pernah kurasakan kebahagiaan, seceria, semanis dan sehebat kebahagiaan Cinta.
            Aku hanya dapat mengeluarkan senyum bahagia pada teman-teman yang menjalin kasih dengan pasangannya, walaupu di dalam hati, aku iri, aku sedih dan ingin rasanya kututup rasa Cinta ini. Tak percaya aku pada Cinta, hingga pada akhirnya munculah sesosok Rain, gadis mungil dengan kebaikannya, ketaatan agamanya juga keramahannya datang menghibur hatiku yang telah kututup untuk mencinta, dan kini ia pun harus pergi meninggalkanku, karena bila bersamaku, hanya akju yang akan merasa bahagia, namun dirinya mungkin harus menjalani hubungan dengan ketidak nyamanan.

Aku Jimi Mubarak, untuk kesekian kalinya…mencoba membuka hati, walau gagal kembali. Mungkin untuk hidup, aku tak butuh pendamping. Selamat Tinggal Rain, maafkan kesalahanku.
Semua wanita yang kusakiti atau tak kugubris perasaannya kepadaku, aku mohon maaf sebesar-besarnya, aku tau kata maaf tidak dapat mengobati semua rasa sakit yang kalian rasakan, namun setidaknya aku berusaha untuk memperbaiki diri dan mencoba meyakinkan diri untuk tidak mudah menjatuhkan hati pada sembarang wanita.

JIMI MUBARAK also known as DWI NUR AKBAR W
Selamat menghilang rasa Cinta…..

Kamis, 02 Januari 2014

ASAP BUSUR HUJAN : Edisi serial - Vol.2


ASAP BUSUR HUJAN
Edisi serial: Vol.2

            Selamat kembali mengunjungi blog ini. Terimakasih atas feedback yang teman-teman berikan dengan membaca cerita ASAPBUSURHUJAN. Suatu kenikmatan tersendiri untuk saya, disaat teman-teman mengunjungi blog ini untuk mengintip isi blog ini.
            Perkenalkan, nama saya Dwi Nur Akbar W, biasa dipanggil Wii, FATxWII, atau santaslays. Ini adalah edisi kedua serial ASAPBUSURHUJAN, di edisi kedua ini, saya akan menceritakan tentang kisah Jimi Mubarak dan Rain Selfiani yang mulai ikut mengkampanyekan #savesharks. Lebih jelasnya, silahkan dibaca cerita fiktif bernuansa melankolis dan segelimet persoalan tentang cinta.


ASAP BUSUR HUJAN
The Series: vol.2
#savesharks



            Pagi bersinar seperti biasanya, dimana ayam berkokok memanggil manusia-manusia untuk bergegas bangun untuk mempersiapkan diri menghadapi petualangan baru di hari ini. Kisah ini masih berkisah tentang seorang remaja yang sedang mengejar seseorang, panggil saja dia Jimi. Pria bernama lengkap Jimi Mubarak (arti nama, baca: Pengganti yang Mendapat Berkat). Ia adalah seorang lelaki penggemar hal-hal yang berbau kemanusiaan atau perlindungan alam. Hingga pada suatu hari ia melihat kampanye #savesharks (baca: menyelamatkan hiu) di sebuah timeline twitter, dan ternyata orang tersebut Riyani Djangkaru, seorang reporter dan pembawa acara petualangan yang sudah tidak asing di telinganya. And the story has begun…

            Huaaaaah, ada lagi nih ulah manusia untuk mengeruk keuntungan lewat sirip dan daging hiu. Padahal kan, hiu walaupun menyeramkan tetep oenjoe (baca: unyu atau lucu). Ah, seru juga nih kalo ikutan ngampanyein ini, sebelumnya juga gua seneng kampanyein #saveorangutan sama Kretek Indonesia. By the way, asik nih kalo iseng jailin si Rain, ehehe.
            Okeeey, keisengan gua pun dimulai, ketika blekberi (baca: blackberry) udah lama banget gak berdering pertanda bbm masuk atau sms dari orang, soalnya udah berapa taun yah jomblo, hihihi curhat dah. Hari itu, gua gak inget persis hari dan jam berapa yang selalu gua inget gua isengin Rain, hahaha. Seperti biasa diawali dengan basa-basi yang norak dan ketinggalan jaman gua chat Rain, si mungil nan lucu dari negeri Pelangi. Sederhananya kita chatting kayak anak muda yang lagi kasmaran, oh bentar itu perasaan gua, men. Entah rain seperti apa, keliatannya ish biasa aja, nothing special at all, hahaha.
            Hari itu gak tau kenapa keisengan gua menimbulkan sebuah panggilan lucu untuk Rain, panggilannya itu Itong. Apa itu Itong? Jangan kepo dong, hahaha. Oke, gua jelasin Itong itu adalah figur Hiu Tonggos yang terlihat unyu, Itong ini diciptakan oleh Dive Magazine, majalah dimana gua pertama kali ngeliat Itong dan memperdalam persoalan #saveharks.
            Sejak hari itu, nama Itong selalu kita agungkan sebagai panggilan. Oiya, gua belum cerita kenapa gua bisa chat sama Rain, padahal ditulisan sebelumnya kita seperti bermusuhan. Kita udah baikan, semenjak teman Rain, Ave mengajak kami duduk bersama untuk meluruskan segala kejanggalan dan kesala fahaman yangmenerus, hihihi. Thanks so much Ave!
            Dengan intensitas chat yang over, alah lebaaaay juga ya, padahal biasa aja, gak sering-sering juga. Biar keliatan hebat aja, hahaha klasik. Oke, semenjak hari itu, Itong menjadi panutan bagi kita berdua. Sebenernya Rain juga suka sama Hiu, dia bilang Hiu itu lucu, dan dimata gua Hiu itu harus dilindungi karena memang unik. Akhirnya, pada suatu ketika Dive Mag membuka pesanan Trucker #savesharks. Tanpa banyak berpikir saya pun langsung memesan dua buah trucker #saveshark. Sebelum memesan, saya berpura-pura nanya ke Rain, warna yang bagus warna apa, pilihannya ada merah, hitam, biru dan hijau. Dan dengan modus operasi ala 007, gua berhasil dapetin keinginan Rain untuk memilih warna Hitam. Okeee, langsung gua kontak Dive Mag dengan memesan trucker berwarna Biru dan Hitam.
            Hari demi hari berlalu setelah pembayaran trucker tersebut rampung, akhirnya trucker itu pun datang, dan inilah penampakannya….
 
Nah keren kan, kreysi abissss, hahaha. Oke semenjak hari itu, kita suka melupakan yang namanya manggil nama asli, sampe kalo saling kesel Itong jadi sasarannya. Mungkin cerita yang gua sajiin disini gak seindah FTV, atau pun sekelas film layar lebar mantep masa kini, ya sebuah film yang diangkat dari Novel karya HAMKA, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Too many to tell yah gua, sampe lupa untuk apa gua tulis cerita ini. Ya, semenjak hari itu, kita secara gak langsung support yang namanya #savesharks.
Mengapa kita harus menyelamatkan ikan hiu?
Dalam 50 tahun terakhir, beberapa populasi hiu mengalami penurunan sampai 99%. Diperkirakan 100 juta hiu dibunuh setiap tahunnya dengan 73 juta diantaranya dibunuh hanya untuk siripnya. Sirip mereka dipotong dalam kondisi hidup dan badannya dibuang kembali ke dalam laut. Ini berarti 98% bagian dari hewan ini terbuang sia-sia.
Hiu adalah predator tingkat atas di laut, merupakan pemegang kendali atas rantai makanan, penurunan jumlah populasinya yang begitu cepat akan sangat mempengaruhi keseimbangan ekosistem di laut – ditambah fakta bahwa mereka memerlukan waktu yang lama untuk bertumbuh dewasa, memiliki rentang usia yang cukup panjang namun hanya melahirkan sedikit keturunan serta rentan terhadap penangkapan berlebih.
Bertentangan dengan mitos bahwa sirip hiu mengandung banyak nutrisi, penelitian membuktikan bahwa sirip hiu mengandung merkuri 42x lebih tinggi dari batas aman. Penelitian juga menyatakan bahwa pada dasarnya hiu tidak menyukai manusia karena daging manusia banyak mengandung otot – yang sebenarnya terjadi adalah mereka salah mengidentifikasi manusia sebagai anjing laut yang merupakan buruan mereka.
100 juta hiu mati setiap tahun karena ulah manusia. 10 manusia meninggal setiap tahunnya karena serangan hiu.
Bertolak dari fakta-fakta di atas, tahun ini Divemag mengambil inisiasi untuk mengkampanyekan #SaveSharks – sebuah gerakan yang mengajak semua individu, instansi, organisasi, untuk menolak pembantaian hiu baik untuk siripnya maupun untuk dagingnya. (sumber: Dive Mag)
 Nah, kurang lebih seperti itulah, mengapa gua pengen cerita soal #savesharks. Semoga bermanfaat ya teman-teman semua. Dan jangan lupa doakan gua supaya dapat bersanding dengan Rain. Trims.

Kamu juga bisa menunjukkan kepedulianmu dengan berpartisipasi aktif mengisi
petisi penolakan pemanfaatan hiu di http://www.petol.org/SOSharks – it’s only a click away.

Follow Itong: @itong_hiu
Sebarkan tagar #savesharks dan ikutserta lah didalamnya.

Situs dimana saya menyadur penjelasan mengenai Hiu: http://divemagindonesia.com/divemagindonesia/?p=1068

Sabtu, 14 Desember 2013

CORAT – CORET: FAKTA OSPEK, PENGALAMAN PRIBADI SAYA.


          Hola, kembali lagi ketemu sama saya disini. Kali ini saya akan mengungkap fakta-fakta OSPEK yang saya alami. Saya rasa nama Perguruan Tinggi saya dan Himpunan Mahasiswa yang saya ikuti tidak perlu dipublish.

Fakta: OSPEK? Taik.
            Nah, disini saya akan ceritain OSPEK jaman sekranag masih berbau Purba, ya walaupun sedikit, tetep aja masih bau. Oke, lets read my story below.

Fakta 1: OSPEK Masuk Himpunan Mahasiswa masih berbau Plonco, tapi Plonco versi Saya.
            Diawali disebuah masa dimana kita harus saling akrab dengan Kakak Angkatan satu Jurusan. Disini kita di OSPEK oleh kakak angkatan 2 tahun di atas kita. Fakta plonco masih ada ini terjadi pada saya dan teman saya.
            Pertama kalinya dimarahin sih enggak, pertama kalinya dicaci maki sih enggak, tapi ini pertama kalinya dimaki sama Kaum Intelek, sob. Jadi keekrasan berupa kekerasan Psikis ditelan mentah-mentah oleh kita. Mulai dari kata-kata simple tapi itu sangat kena ke Hati kita.
            Contoh kata-kata yang terlontar:
“Oh, kamu Merasa Ganteng?” sori bukan ini, tapi yang dibawahnya, hahaha.
“Kamu abis ngapain kemarin?”  “Oh Nyablon, kirain muka kamu yang disablon.” Simple kan? Tapi nyinyiran kakak tingkat itu sangat merasuk ke otak, menggerogoti susum tulang belakang, oh sori terlalu lebay, hahaha.
            Nah, saya lupa beberapa kata-kata yang menyakiti hati saya atau teman-tean saya, karena udah lama juga, tapi ya itu benar terjadi. Padahal pihak Jurusan pernah jaji, gak akan ada yang namanya Kekerasan Fisik atau Psikis dalam masa OSPEK jurusan. Nah lho? Berarti udah jelas kan siapa dalangnya, ya Para Senior yang dulu digituin juga sama Seniornya. Disini saya bukan terkesan memelas dan sangat lemah, tapi untuk menghilangkan Perploncoan ya dari hal kecil kayak gini harus diangkat ke permukaan, sob. Bahwa sesungguhnya, Amanat dari pihak Jurusan tidak diamalkan oleh para Kakak Tingkat. Fak, men!

Fakta 2: OSPEK? Kepala jadi Sasaran.
            Ini terjadi disaat sebuah acara simulasi sidang gitu, sob. Jadi suasana dibuat ricuh seperti para anggota parlementer diatas sana lagi ngeributin masalah yang sebenernya gak penting-penting amat, hahaha. Diawali dari suasana gaduh tadi, agenda akting dijalankan, dimana semua orang-orang jadi panik luar biasa.
            Setelahnya, tiba-tiba lampu ruangan mati, dan terdengar suara jeritan teman saya yang seorang perempuan. Ketika lampu nyala lagi, suara jeritan itu adalah sebab dari botol minuman mengenai kepala teman saya, bayangkan? Masuk akal gak, lagi gaduh, riuh dan lampu mati. Setelahnya ada orang teriak akrena kepalanya kena botol dan nyeri, mungkin ada luka didalam karena gak darahan. Untung gak mati temen saya, kalo mati gimana coba? Mau mereka masuk bui? Pasti gak, mereka lempar-lempar dan nunjuk orang kalo pelakunya si A, B, C sampe Z dan akhirnya? Peristiwa itu hilang ditelan Buto Ijo, taik lu semua goblog, pikir pake otak, katanya Kaum Intelek! (Maaf, adrenalin saya tersulut, maklum bayangin kalo temen saya sampe mati.)

            Nah sob, itu tadi dua fakta yang saya angkat, sekedar pengantar aja. Sempat terpikir di otak saya, gedung perkumpulan mahasiswa itu akan saya bakar. Untuk apa? Ya biar mahasiswa gila itu kebingungan, men. Tapi niat itu lenyap setelah saya berpiir kalo saya kuliah buat dapet ilmu bukan musuh.
            Gila bukan???? Ya walaupun penyampaian saya di tulisan ini kurang yahud, semoga masud tulisan ini bisa diterka oleh rekan-rekan sekalian. Maaf bila banyak kesalahan, saya Wii, sampai Jumpa di corat-coret selanjutnya. !!!!! J

Corat-coret: OSPEK? Taik.


            Selamat Hari Sabtu. Saya Wii, seorang anak yang ingin mencurahkan apa yang ada di otak saya saat ini. Disini, dicoret-coretan ini saya cuman mau nulisin tentang maksud dari OSPEK (orientasi studi dan pengenalan kampus) dan apakah sesuai maksud dari OSPEK di dalam singkatan tersebut, atau hanya sebuah istilah saja, dan cenderung ke arah perploncoan. Entah siapa yang memulai tradisi konyol ini, katanya pengenalan kampus dan orientasi studi tapi mengapa selama 18 tahun ini yang ada itu korban jiwa dan korban jiwa lagi. Alasannya simple banget, meninggal karena kelelahan lah, karena A, B, C dan masih banyak alasan lain. Mengapa tradisi purba ini terus berjalan ya?
            Dengan adanya perploncoan bukan ada yang namanya suatu keakraban antara Mahasiswa baru dan Mahasiswa Lama atau akrab disebut Senior. Masalah senioritas, apakah harus diagungkan di ranah intelektual? Taik! Itu satu kata yang selalu saya umpat disaat para senior dengan seenaknya memperlakukan saya. Jujur aja, emang saat saya di OSPEK kemarin gak ada perploncoan dan kekerasan fisik, tapi keekrasan psikis itu nyata adanya.
            Lalu, apakah senior itu adalah Raja? Yang dapat seenaknya memerintah para Mahasiswa Baru??? Helooooowww, pada dasarnya manusia itu dididik untuk saling menghormati satu sama lain, gausah pake istilah senior dan junior hingga parahnya ada tradisi angkatan ganjil dan genap, are you stupid, doods???
            Berkaca dari perlakuan senior yang semena-mena itu pasti didasari oleh keinginan Balas Dendam, mengapa demikian? Ya iyalah, orang dulu mereka juga di OSPEK sama kakak angkatannya, maka dari itu terkutuklah orang-orang yang merubah sistem yang sebenarnya dari OSPEK mengarah kepada perploncoan, kekerasan fisik dan psikis. Are you stupid, maderfaker??? Pikiran lu tuh dangkal kalo mengagungkan Balas Dendam, saya pribadi lebih suka bales dendam bukan dengan cara membalas apa yang telah diperlakukan para senior. Saya balas lewat kritikan membangun yang berujung pada pencerahan para Bigot yang bertengger di Perguruan Tinggi.
            Apa kalian akan tetap membiarkan budaya purba semacam OSPEK, sebuah warisan Revolusi Industri yang kalian Agung-agung kan itu? Gua sih ogah, mening juga kasih Mahasiswa Baru itu sesuatu yang Ngena dan gak pake kekerasan. Kekerasan itu memang boleh lah dilaukan kalo si Mahasiswa Baru ini kelewat batas dari norma dan sopan santun yang telah diwariskan oleh leluhur-leluhur kita dimasa lalu. Tapi kalo tradisi perploncoan gak lah, masa kaum intelek pikirannya dangkal?
            Ayo mulai hari ini dan seterusnya, gausah lah tradisi perploncoan, menjahili mahasiswa abru kelewat batas. Inget Karma, Tuhan itu adil, sob. Semoga hati nurani kalian terbuka semua. HENTIKAN OSPEK!!!

Sabtu, 07 Desember 2013

Asap Yang Hilang


ASAP BUSUR HUJAN: ASAP YANG HILANG

            Asap? Apa yang terbesit dalam benak kalian bila mendengar kata Asap? Banyak kemungkinan pastinya, ada yang menyimpulkan Efek dari sesuatu yang Terbakar, bisa juga Obat Nyamuk Bakar, bisa Asap Rokok, Asap dari Kendaraan, Asap Pabrik hingga singkatan dalam Bahasa Bule, As Soon As Possible. Hahaha ya apapun itu, yang pasti Asap disini sudah saya jelaskan di part sebelumnya, dimana latar belakang penulisan cerita ini saya jelaskan kepada kawan-kawan yang dengan baik hati mau melirik tulisan saya yang masih kacau ini.
            Oke, kembali ke Asap, ini sebenarnya adalah Jimi, mengapa Jimi? Karena Ia senang sekali merokok, alasannya klasik: Enak. So, mengapa akhir-akhir ini Jimi merasa gak enak ya saat merokok? Hanya Tuhan dan Sokter Spesialis yang dapat menjawabnya, hahaha. Back to the track, Jimi adalah anak yang sangat menyenangi musik bergenre Pemberontakan, dengan ritme cepat ala Overkill dengan dentuman drum ala Obituary dan alunan gitar fuzzy ala Lou Reed. Oh may God! Sebenernya semua musik ditelan oleh Jimi, kecuali musik-musik seperti LMFAO dan 3OH3, alasannya? Kurang enak ditelinga.
            Jimi, sebenarnya adalah anak rajin. Ya, karena sejak kelas dua SD dia selalu ranking. Dimulai di kelas dua ia selalu mendapat ranking 3 atau 2 hingga akhirnya berhenti di kelas enam semester akhir, ia finish di rankin 4 dan mendapat penghargaan siswa dengan Nem terbesar ke-3 di sekolah. Keren ya Jimi. Lalu, mengapa setelah itu prestasinya terkesan menurun bahkan tanpa ada kenaikan? Alasannya simple, metoda mengajar Guru di jaman modern ini kurang variatif dan bikin boring.
            Semenjak duduk di bangku SMP hingga SMA, Jimi adalah manusia dengan tingkat Individualisme yang sangat tinggi. Kemana-mana, Jims selalu sendirian, mau itu ke mall buat beli komik atau belanja kebutuhan Lebaran, hahaha. Jimi jimi si celana Mini, awal mengenal dunia hitam (musik cadas) itu setelah Jimi curi-curi henpon kakaknya dan juga sering oprek-oprek komputer kakaknya. Isi lagu di komputer kakaknya itu lagu-lagu dari Puppen, ya band Hardcore asli Bandung.
            Entah mengapa, Jimi diberikan rasa penasaran yang tinggi oleh Tuhan, oleh karena itu, ia tidak dengan seenaknya Menelan Mentah Budaya yang baru ia terima dari siapapun, dimana pun dan kapan pun. Ia, selalu mencari tahu asal-usul dari apa yang baru ia dpatkan, baru setelahnya menerapkannya dalam kehidupan bila memang ia rasa itu bermanfaat dan berguna.

Berkenalan dengan Asap
            Disini adalah fase dimana Jimi mulai mengenal tembakau dan untuk apa sih sebenernya? Semua diawali dari pergaulan anak-anak muda di jaman modern, dimana segala-galanaya berbau Konsumerisme, cuih, hahaha. Kelas dua SMP, mungkin bisa dibilang Jims mulai aktif mengonsumsi rokok dan meminum air suci (minuman beralkohol). Mengapa bisa terjadi? Apakah kurangnya perhatian dari Orang tua? Jelas tidak, Jims adalah anak yang dilahirkan dari Pasangan serasi antara seorang Aparatur Negara dan Perempuan yang belum sempat menyelesaikan sekolah SMA. Lantas bila ia anak Aparat, mengapa ia bisa out of control? Sejak awal Jims terlalu sering berkutat dengan pergaulan minoritas yang kesannya gelap dan tanpa arah. Why? Only Him and God will answer the question actually.
            Setelah kebiasaan yang dianggap biasa itulah akhirnya Jimi si bocah suku pedalaman menjadi seseorang yang out of order and wanna see who is the real bastards of young. Mungkin, di serial kali ini menitik beratkan pengenalan tokoh Jimi secara implisit dan mendalam dan nyata tertuang dalam bentuk tulisan kongkret dengan nada dan tata bahasa ala kadarnya, hahaha.

Musik Keras, Pengaruh Pemikiran Jimi ke Arah Pergerakan Anti-Sistem
            Awalnya, Jimi menyukai musik-musik semacam Nidji, Peterpan, Ungu hingga ST 12, that’s real, man. Lantas mengapa ia bisa beribah 180 derajat menyukai musik keras dan kesannya berandalan? Jadi begini ceritanya, Jimi berhasil mencuri-curi untuk dapat mengoprek komputer kakaknya. Ia dengan rasa ingin tahu yang menggebu-gebu membuka folder-folder di komp kakaknya tersebut, dan ia pun menemukan folder yang berisi ribuan lagu acak musik asli indonesia dan barat. Lagu pertama yang sangat bikin dia penasaran adalah lagu milik Rocket Rockers dengan judul Bangkit. Berawal dari sering ngoprek komp kakaknya dengan sembunyi-sembunyi itulah ia dapat mengetahui berbagai macam musik yang sebelumnya tidak dia ketahui di layar cembung televisi.
            Hingga suatu saat di SMP, ia mengenal teman-teman yang ternyata suka dengan genre seperti itu juga. Teman-teman Jims pada saat SMP mudah akrab dengan Jims, karena walau Jims seorang anak yang terlihat tiis dan susah gaul, dan emang bener juga, Jims ini anak yang lebih banyak berdiam diri ketimbang nyoblak A sampe Z tanpa ada isi dari perkataan tsb. Jims, pertama kali diajak sebuah komunitas atau bisa dibilang geng anak SMP, karena Jims memiliki segelintir pengetahuan tentang musik. Setelah itu teman-temannya selalu mengajaknya untuk bergabung, ya karena Jims dianggap keren karena dengan melihat penampilan Jims yang culun ternyata pengetahuan musik minor nya ia cemerlang.
            Berawal dari hal tersebut lah akhirnya Jims memulai untuk lebih mendalami musik-musik dengan genre aneh yang tidak pernah ia daptkan di tayangan televisi rumahnya. Bermodalkan niat untuk main ke warnet ia lakukan dan hasilnya, pengetahuan akan musik dengan menonjolkan lirik-lirik yang dengan lantang menolak keberadaan suatu pemerintahan gelap, sebuah pergerakkan anti-korupsi hingga hal-hal keren yang ia dapatkan lewat musik minoritas ini.
            Mungkin, lewat karya-karya Puppen, Burger Kill, Seringai dan Roxx, Jims mulai mendapatkan kenyamanaan dalam suatu genre musik. Liriknya memang sulit dimengerti pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu karya anak-anak kreatif gila ini dapat ia tangkap, dan kebiasaan tidak menelan mentah suatu hal baru itu berlangsung hingga kini. Oh, Jims yang malang, sayang kau gagal bersekolah di universitas Gajah Mada. Universitas impianmu sejak dahulu.

Fashion Busuk, Pencitraan Kaum Konsumerisme
            Jims adalah anak yang gak suka ikut-ikutan orang lain, disaat musim beyblade sedang marak, ia dengan senang hati memainkan mainan robot-robtoan Kabutaku nya dirumah. Dan disaat Fashion Alien sedang menginvasi kehidupan manusia modern ia berusaha untuk membangun sebuah brand sendiri, ya tujuan awalnya itu mengamalkan idealisme DIY (baca: Di Ai Wey) dimana memproduksi sendiri dan dipake sendiri itu keren, hahaha. Mungkin jaman globalisasi udah bikin otak orang gila,dimana mengkonsumsi adalah pilihan terakhir sebelum memutuskan untuk memproduksi. Memang, beli itu lebih mudah dari bikin karena beli dengan seenaknya orang-orang kaya itu menguasai pasar edan masa kini.
            Fashion, tidak akan jauh dari yang namanya budaya Konsumerisme, karena fashion jika tidak melakukan sebuah inovasi dan ide kreatif gila, maka habislah nama Fashion itu dikhalayak ramai. Lalu. Apakah selamanya Jims akan menjadi seorang Konsumen setia sebuah brand? Atau mecoba membuat brand aru denga kualitas dan kuantitas yang terjaga? Pasti pilihan kedua adalah solusi dari kesemrawutan pasar Indonesia ini. Mungkin lama-kelamaan nama Indonesia akan berganti menjadi Hedonesia, Siapa yang tahu? Hahaha.

Jimi, Rain dan Segelimet Persoalan
            Jims, anaknya santay dan sukanya duduk sambil baca apa aja yang ada, sampe-sampe baliho dan banner kampanye pun dibaca, saking senengnya baca yang aneh dan bernafaskan sebuah pergerakan. Oke, Jims, sangat mencintai perdamaian dan akhir-akhir ini sudah membuka mata untuk mempercayai bahwa Cinta itu benar adanya. Lalu, apakah Jims masih mengharapkan Rain?
            Jims yang malang, Rain telah memiliki pasangan, sedangkan Jims baru kembali memercayai bahwa Cinta itu benar adanya. Inikah sebuah dinamika kehidupan? Kesemrawutan hati yang berpengaruh pada rasa ingin tahu yang tingggi dan mempengaruhi otak kanan dan kiri? Ah, Tuhan, mungkin Jims akan lebih gila lagi bila selalu membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk mengenai Rain dan aaarrrgghhh, Jims pasti tidak mampu mempercayai bahwa Cinta itu benar adanya.

Jims, Pragmatisme itu taik. Musik Cadas Menggerilya dan Lewat Seni berusaha Memanusiakan Manusia.
            Hello, teman dibagian akhir Serial ASAP BUSUR HUJAN ini aku mau cerita soal musik cadas yang menggerilya dan seni itu sebuah bentuk kreasi untuk memanusiakan manusia. Lewat contoh-contoh dari bukti kongkret anak muda masa kini, yang kreatif dan inovatif.
Fakta 1: Musik Cadas Menggerilya
            Disini aku mau cerita soal musik cadas yang selalu dianggap sebagai musik pemujaan setan yang gak bisa apa-apa, kenapa gitu sih? Ya, mungkin karena bangsa ini masih menilai orang dari sisi luarnya saja, tanpa melihat potensi dan substansi yang sebenernya dibawa oleh manusia kreatif dengan wajah seram dan musik ekstrim. Berbicara soal karya kreatif manusia keren masa kini itu gak luput dari usaha mereka memerdekakan dirinya dari jajahan manusia pragmatis yang apa-apanya harus ada uangnya dan menguntungkan sepihak, heloooow! Mau sampe kapan lo hidup cuman buat cukup makan dan sekolah doang??? Sebuah perjalanan karir para musisi-musisi independen itu adalah hal keren, dimana dengan keterbatasan mereka masih bisa membuat suatu karya, ya karya ringan namun berisi. Contoh: ada band keren dari Bandung, sebut saja Puppen, lewat karya-karya nya mereka bisa membuat saya jauh membuak diri untuk mengenal politik praktis yang menjamur sekarang dimana kekreatifan tertutup oleh politik anjing partai atas nama agama.
            Coba lo lo pada buka mata semua, ada ratusan orang yang keliatannya cuman nongkrong-nongkrong sambil ngerokok doang disebuah rumah, tapi apa? Mereka bisa membuat sebuah karya musik, ya walau berbentuk musik cadas, tapi esensi dari liirk-lirik yang mereka buat itu jauh lebih baik dari perkataan para politisi partai anjing yang dengan bebas seliweran di tanah yang damai ini. Oke, stigma kalau musik metal itu brandal, bertato, berpirsing dan hobinya mabok-mabokan. Mungkin bisa dibenarkan juga stigma itu, tapi lebih real deh pemikiran kita, walau segelintir memang melakukan toh, aksi mereka nyata tercurah didalam karya-karya mereka, baik itu secara musikalistas bahkan tulisan-tulisan yang ngena. Lalu, masih menganggap konser metal membawa kerusuhan dan kematian? Berkaca deh ke konser lain, dimana disana menyuguhkan musik dengan aliran musik yang mendayu-dayu, toh ada aja yang mati kan? Jadi dalam berprinsip dan menilai suatu hal itu jangan subjektif, bro.
            Banyak anak muda dengan susah payah menggerilya untuk menyuarakan kekecewaannya terhadap para pemimpin bangsa ini lewat musik. Banyak yang rela dianggap taik buat terus-terusan menyuarakan hak atas hidup dan berkreasi menentang aturan-aturan dan norma usang yang tersengaja dibuat untuk membatasi pemikiran anak muda bangsa ini. Hey, jangan mau mental kalian terjajah, dan menjadikan diri kalian generasi lama, ya generasi terjajah. Ayo bangun, jangan cuman bilang aku gak bisa, aku bukan apa-apa atau apapun kata-kata cengeng yang selalu kalian jadiin tameng menghindari kenyataan dan mengakibatkan pemikiran kalian yang semakin hedonis dan konsumtif. Kata Wadit juga kan “Kreatif Sampai Mati.”

Fakta 2: Seni dapat Memanusiakan Manusia
            Kenapa Seni? Kenapa coba? Ya, pada dasaarnya manusia atau anak muda masa kini itu udah males malesan, senengnya belanja dan klabing sampe mencret. Lalu, apa yang kalian dpatkan? Uang doang abis, dan udahnya ngerengek rengek minta uang lagi buat ngelakuin hal yang sama, tolol! Ayo dong, kita coba bangun suatu pemikiran yang orisinal, dimana kita mengambil alih kongsi kekuatan anak muda untuk benar-benar memerdekakan bangsa terjajah ini.
            Kalian gak kasian sama Pahlawan-pahlawan muda pada masa lalu? Mereka hidup dan mati atas nama Bangsa, kalian? Atas dasar malu dan gak bisa apa-apa menajdikan diri kalian ini anak muda yang pemikirannya masih terjajah. Kemon, kita kreatif, kita buat media untuk menjadikan bangsa ini lebih baik. Jangan cuman bisa beli beli dan mengagungkan para tuan kapitalis liberal diluar sana. Mungkin saya pribadi belum dapat berperan secara dalam untuk pergerakkan bangsa ini ke arah lebih baik, saya baru bisa bikin trigger lewat tulisan-tulisan yang masih jelek kayak gini, tapi seenggaknya contoh nyata seperti Wahyu Aditya, MC handal kita Ucok, Arian13, penulis Soleh Solihun dan masih banyak lagi udah ngasih contoh ke kita, bahwa anak muda itu seharusnya seperti apa. Kemon, doods kita ubah negeri ini untuk kemajuan yang pesat dan luar biasa!!!

ASAP BUSUR HUJAN: Cerita dibalik Judul


­­
­­ASAP BUSUR HUJAN: EDISI SERIAL

Latar Belakang Cerita ASAP BUSUR HUJAN
            Mengapa saya memberi judul cerita antara Jimi dan Rain dengan judul ASAP BUSUR HUJAN?
            Jadi begini latar belakang pengambilan judul ASAP BUSUR HUJAN. Awalnya cerita ini hanyalah sebuah hayalan saya (Dwi) yang ingin membuat sebuah cerita romantis ala anak muda jaman kini, dan satu-satunya cara untuk membuat cerita dengan real adalah melalui pengalaman pribadi sang penulis cerita. Mungkin, cerita ini diawali dari perasaan menggebu-gebu saya setelah membaca beberapa hasil karya penulis-penulis hebat Nusantara. So, saya akan menjelaskan secara terperinci mengapa saya memberi judul ASAP BUSUR HUJAN.

            ASAP? Mengapa harus mengambil istilah ini? Istilah ASAP saya ambil karena tokoh Jimi pada serial ini memiliki kebiasaan buruk, yaitu Merokok. Lalu definisi lain dari kata ASAP yang saya gunakan itu menunjukkan bahwa ASAP adalah awal sebelum timbulnya Hujan. Nah, cukup menarik bukan, bahwa setelah munculnya ASAP akan dibarengi dengan turunnya HUJAN, ya HUJAN itu digambarkan lewat tokoh Rain yang berarti HUJAN dalam bahasa Inggris.

            BUSUR HUJAN? Kata ini diambil dari efek setelah turunnya Hujan, yakni Pelangi. Dalam KBBI Pelangi itu adalah: lengkung spektrum warna di langit, tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun. Oleh karena itulah judul yang saya ambil adalah ASAP BUSUR HUJAN.

Pengenalan Tokoh.
JIMI
Ialah seorang anak muda yang dengan lantangnya membawa pesan revolusi sistem atas nama kedamaian. Tokoh ini sangat singkron dengan pengambilan titel cerita ini, yaitu: Asap.

RAIN
Seorang wanita yang cantik jelita, walau tubuhnya mungil namun ia sangat dapat dijadikan inspirasi semua wanita Indonesia, bahkan Dunia. Di jaman Kaliyuga ini, sulit sekali menemukan wanita yang cantik jelita namun tidak pernah meninggalkan perintah Tuhan, yaitu Beribadah sholat lima waktu. Tokoh ini adalah sang penyejuk, disingkronkan dengan pengambilan Hujan.

Lalu bagaimana dengan BUSUR HUJAN atau PELANGI?
            Diawali dari datangnya Asap lalu turunlah Hujan, namun setelahnya fenomena unik nan indah akan muncul, ya Pelangi atau Busur Hujan. Oleh karena itu perbedaan kedua sifat Jimi dan Rain diibaratkan dapat berjalan bersama dan seirama, seperti Pelangi. Mereka berbeda namun Bersama, bagai Pelangi. Efek yang ditimbulkan dari Jimi dan Rain yang bersatu adalah sebuah garis yang terdiri dari banyak warna yang mampu membelah Bumi dan nampak Indah, sebuah Keserasian.

Begitulah singkat cerita mengapa saya mengambil judul ASAP BUSUR HUJAN untuk edisi serial seorang Jimi, si Bocah Melankolis.

#AsapBusurHujan